Minggu, 07 September 2008

KE PANTAI

Adalah hasrat yang selalu tertunda lantaran banyak perkara. Apa itu cuaca, kegiatan kampung, kegiatan kantor, kadang juga kesehatan, ada tamu/temen yang datang, pekerjaan rumah dan sebagainya. Bahkan perkara yang tidak kalah penting adalah keuangan keluarga. Alhamdulilah berkat kehendak Allah SWT, hasrat yang sudah lama tertunda akhirnya terlaksana juga. Tepatnya hari Minggu tanggal 24 Agustus 2008 kami (Bapak, Ibu dan Fadhil) pergi ke pantai. Beruntunglah Parang Tritis karena menjadi pantai pilihan kami sekeluarga. Dengan berbekal secukupnya kami berangkat dari rumah pukul 06.30 WIB menggunakan sepeda motor suprafit yang kami punya. Dengan harapan di perjalanan nanti, sinar matahari belum begitu menyengat. Pelan namun pasti kami sampai di lokasi pukul 07.30 WIB. Dengan uang Rp4000 sebagai biaya retribusi kami tersu melaju menuju sasaran. Betapa giranngnya hati fadhil ketika di perjalanan sudah mulai kelihatan gundukan pasir yang menjadi ciri khas pantai parang tritis, serta suara ombak terdengar dan gelombak sudah kelihatan di kajauhan. FADHIL TERIAK KEGIRANGAN. Begitu sampai di lokasi kami langsung menuju tempat parkir yang sekaligus menyediakan kamar mandi. Sengaja kami pilih tempat parkir yang paling dekat dengan garis pantai agar nantainya setelah selesai dari jalan-jalan bisa langsung berteduh di tempat parkir sekaligus memberihkan badan. Kami langsung ganti baju (bapak dan fadhil) kalau ibu tidak mau ganti baju karena memang tidak bawa baju ganti. Dengan telanjang kaki kami bertiga berjalan menyusuri pantai sambil jeprat-jepret mengambil gambar. Awalnya fadhil takut, tidak mau kena air pantai. Tidak lama kemudian setelah kaki sedikit-sedikit dibasahi akhirnya fadhil mulai menikmati. Setelah rasa takutnya hilang Fadhil lari kesana kemari tidak mau berhenti. Sekarang Bapak dan Ibu malah yang kwatir.
"PAK, BU..... AIRNYA ASIN" teriak fadhil setelah terjatus dan sempat terguyur air laut. Bukannya takut Fadhil malah tambah berani. Sesaat kemudian kami istirahat untuk menikmati bekal yang kami bawa dari rumah. Di saat kami istirahat betapa terenyuhnya kami karena banyak sekali orang yang minta-minta. Yang bikin kami heran ternyata ada juga BULE yang berprofesi seperti itu. Mungkin stress atau apalah ..... usianya sekitar 50-an tahun laki-laki. (sayang tidak sempat diambil gambarnya). Di sisi lain ada juga yang tidak putus asa untuk berusaha (jualan makanan kecil yang digendong) dengan berjalan kaki puluhan km menyusuri pantai. Setelah dirasa sudah cukup kami bergegas lagi untuk berbasah-basahan. Setelah jam menunjukkan pukul 10.00 Fadhil saya ajak untuk menyudahi alias pulang. Namun Fadhil belum mau pulang. Dengan segala bujuk rayu akhirnya Fadhil mau juga untuk pulang. Sebelum kami pulang kami istirahat dulu sambil main layangan yang dibeli dengan harga 10 ribu. Fadhil ambil 2, satu untuk fadhil dan satunya lagi untuk mas Ilham. Setelah dirasa cukup karena sinar matahari sudah panas, kami berjalan meninggalkan pantai. Karena tidak pakai alas kaki kami bertiga kepanasan dan Fadhil merengek minta digendong. Disaat masih digondongan terdengan orang jualan es krim, namun kami panggil-panggil gak denger juga. Fadhilpun masih tetep nangins minta dibelikan es krim. Beruntung penjual berhenti di kejauhan. Dengan satu buah es krim Spongebob Fadhilpun berhenti menangis. Di saat fadhil menghabiskan es krim Bapak ke kamar mandi untuk mandi dan ganti baju, disusul Fadhil yang telah menghabiskan es krim dan terakhir Ibu. Tepat pukul 11.30 kami meninggalkan pantai parang tritis. Selamat tinggal parang tritis, semoga kami masih diberi kesempatan untuk bisa menikmati keindahanmu di waktu yang akan datang. Dalam perjalanan pulang Fadhil tertidur, mungkin karena kecapaian. Kami mampir di Manding dan Kasongan (ya.. sekedar lihat-lihat). Tepat pukul 14.30 kami sudah sampai di rumah. CAPEK TAPI ASYIK....

Tidak ada komentar: